
London - Arsenal dipastikan gagal ke Liga Champions musim depan. The Gunners finish kelima Premier League 2016-17, meski mengalahkan Everton 3-1 di laga pamungkas.
Kemenangan tersebut jadi tidak berarti bagi Arsenal karena pesaing terdekatnya, Liverpool, juga berhasil menang usai menundukkan Middlesbrough 3-0. Alhasil, Arsenal menutup musim ini dengan 75 poin, di bawah Liverpool [76 poin] di peringkat keempat dan Manchester City [78 poin] di posisi ketiga. Sedangkan sang juara Chelsea mencetak 93 poin, unggul tujuh poin dari tim runner-up Tottenham Hotspur.
Itu berarti, Arsenal akan berlaga di Liga Europa pada musim depan. Mengakhiri rekor kelolosan berturut-turut ke Liga Champions sejak ditangani Arsene Wenger.
Menjamu Everton di Stadion Emirates, Minggu (21/5/2017) malam WIB, Arsenal unggul cepat berkat gol Hector Bellerin di menit kedelapan. Akan tetapi, setelahnya Arsenal justru kehilangan Laurent Koscielny yang diacungi kartu merah.
Bermain dengan 10 orang bukan hambatan bagi Arsenal. Alexis Sanchez menciptakan gol kedua yang membawa tim tuan rumah memimpin 2-0 di babak pertama. Selepas turun minum, Everton menipiskan ketinggalan lewat penalti Romelu Lukaku sebelum Arsenal menyudahi laga dengan gol Aaron Ramsey di injury time.
Jalannya Pertandingan
Arsenal langsung mengancam saat pertandingan belum genap berjalan dua menit. Kombinasi Alexis Sanchez dan Hector Bellerin diakhiri dengan umpan silang, tapi sontekan Danny Welbeck dari muka gawang masih melenceng.
Tekanan demi tekanan dilancarkan Arsenal, Everton nyaris tidak dapat keluar dari lapangannya sendiri. Akhirnya, gol yang dicari Arsenal tercipta di menit kedelapan.
Dari umpan silang Mesut Oezil di sisi kiri, Welbeck gagal meneruskannya di depan gawang. Namun, bola bergulir ke jalur Bellerin yang menceploskannya ke gawang dengan tembakan kaki kanan. Arsenal memimpin 1-0 dari Everton.
Everton menguji kesigapan Petr Cech di menit 13. Dari luar kotak penalti, Kevin Mirallas melepaskan tembakan mendatar yang bisa ditangkap Cech di garis gawang.
Bencana bagi Arsenal. Semenit kemudian, Laurent Koscielny diacungi kartu merah langsung karena melakukan tekel terlambat kepada Enner Valencia.
Everton memanfaatkan keunggulan jumlah pemainnya untuk sesekali menekan Arsenal. Romelu Lukaku menguasai bola di sisi kiri usai mengalahkan penjagaan Rob Holding, sebelum melepaskan umpan mendatar. Tapi Tom Davies tak mampu menyambutnya sehingga peluang pun terbuang.
Arsenal membuktikan bahwa bermain dengan 10 orang belum tentu sebuah kerugian. Sanchez berhasil memperbesar keunggulan tim tuan rumah menjadi 2-0 di menit 27.
Gol tersebut tercipta dari proses yang cukup aneh. Sanchez menembak dari tepi kotak, tapi mengenai Welbeck. Pertahanan Everton tampak berhenti bermain untuk menunggu keputusan apakah terjadi handball atau offside, tapi Welbeck dan Sanchez terus bermain. Sampai akhirnya, Welbeck mengirim umpan pendek dari dekat tiang yang diteruskan Sanchez dengan tembakan mendatar.
Everton berangsur-angsur membahayakan Arsenal. Di menit 38, Everton menciptakan peluang yang diawali dengan tembakan Mirallas meski bisa ditepis Cech. Ross Barkeley terus menghidupkan serangan Everton, tapi tembakannya gagal menemui sasaran. Valencia kemudian melepaskan operan ke arah Lukaku, tapi Cech bisa menahannya.
Tiga menit kemudian, Cech kembali melakukan penyelamatan gemilang. Leighton Baines melakukan tendangan dari jarak jauh yang mengarah ke sudut atas gawang Arsenal. Akan tetapi, bola belum sanggup menembus penjagaan Cech.
Semenit sebelum waktu normal berakhir, Lukaku membuang peluang emas Everton. Berdiri bebas di sisi kiri, tembakan kaki kiri Lukaku melebar dari gawang.
Setelah turun minum, Arsenal terus mengancam Everton. Umpan Sanchez kepada Welbeck ditepis Joel Robles. Kiper Everton itu kembali melakukan penyelamatan terhadap sepakan Oezil tak lama kemudian.
Wasit menunjuk titik putih di kotak penalti Arsenal setelah Nacho Monreal melakukan hand ball. Lukaku maju sebagai algojo dan menjalankan tugasnya dengan sempurna. Everton mengecilkan skor menjadi 1-2 di menit 58.
Robles melakukan penyelamatan gemilang di menit 73. Oezil menerima umpan terobosan cantik dan hanya dijaga oleh satu pemain bertahan Everton. Dalam situasi one on one dengan Robles, sepakan Oezil dari jarak dekat bisa dihalau.
Welbeck kembali membuang peluang untuk menciptakan golnya di pertandingan ini. Di menit 85, Bellerin mengirim umpan silang cantik, tapi sundulan Welbeck di muka gawang meleset.
Peluang mencetak gol tambahan kembali terbuang sia-sia. Alex Iwobi gagal memaksimalkan situasi satu lawan satu dengan Robles, usai tembakannya dari jarak dekat bisa dimentahkan.
Di masa injury time, Arsenal akhirnya mendapatkan gol ketiganya untuk memastikan kemenangan 3-1. Dari operan mendatar Oezil, Ramsey menerimanya di tepi kotak penalti untuk dituntaskan dengan sepakan ke tiang jauh yang melewati Robles.
Robles lagi-lagi menyelamatkan gawang Everton dari kebobolan lebih banyak gol. Usai menahan tembakan Welbeck dari tengah kotak penalti.
Susunan Pemain
ARSENAL: Cech, Holding, Koscielny, Gabriel (Mertesacker 53'), Bellerin, Ramsey, Xhaka (Coquelin 62'), Nacho, Oezil, Sanchez (Iwobi 68'), Welbeck
EVERTON: Robles, Holgate, Jagielka, Williams, Baines, Gueye, Schneiderlin, Davies, Valencia (Kone 83'), Mirallas, Lukaku

Chelsea berhasil memetik kemenangan saat melawat ke markas Everton di lanjutan Liga Inggris. The Blues menang dengan skor akhir 3-0.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Goodison Park, Minggu (30/4/2017) malam WIB, semua gol Chelsea dibukukan di babak kedua. Pedro, Gary Cahill, dan Willian merupakan penyumbang gol untuk tim asal London utara itu.
Chelsea bermain efektif dalam pertandingan melawan Everton. Mereka mampu membukukan tiga gol itu dalam lima tembakan on target.
Dengan kemenangan ini, Chelsea untuk sementara bisa melebarkan jarak dari Tottenham Hotspur. Mereka memuncaki klasemen dengan raihan 81 poin, atau unggul tujuh angka dari The Lilywhites. Sementara itu, Everton ada di posisi tujuh dengan koleksi 58 poin.
Jalannya Pertandingan
Everton mendapat peluang pertama saat menit kedua. Dominic Calvert-Lewin yang melakukan percobaan tapi masih belum membuahkan hasil karena masih membentur tiang Chelsea.
Semenit kemudian, Chelsea membalas serangan. Gary Cahill melepaskan sepakan jarak jauh, juga belum menjadi gol.
Eden Hazard tak mau ketinggalan mengancam gawang tim tuan rumah. Tendangannya di menit ke-11 cuma menggetarkan sisi gawang Everton. Usaha Hazard 10 menit kemudian juga masih melebar ke sisi kanan gawang yang dikawal oleh Martin Stekelenburg.
Romelu Lukaku mengancam gawang mantan klubnya. Tendangannya dari dalam kotak penalti di menit 32 masih melayang jauh.
Lukaku melewatkan peluang terbuka di menit 42. Umpan silang dari Enner Valencia gagal dia sundul ke arah gawang Chelsea.
Di sisa babak pertama juga tak ada gol tercipta, skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Percobaan Chelsea di menit 52. Tembakan Victor Moses itu masih bisa diblok barisan belakang tim tuan rumah.
Empat menit berselang, Diego Costa melakukan pelanggaran tak perlu. Saat bola sudah dikuasai oleh Stekelenburg, dia melakukan tekel yang mengenai kali kiper asal Belanda itu.
Chelsea akhirnya bisa mencetak gol saat pertandingan berjalan 66 menit. Pedro yang membukukan namanya di papan skor. Tendangan jarak jauhnya menghujam deras ke gawang Everton.
Lukaku belum mampu memanfaatkan peluang 11 menit kemudian. Sepakan bebasnya masih melesat.
Chelsea bisa menggandakan keunggulan di menit 79. Gol itu berawal dari tendangan Hazard yang bisa ditepis oleh Stelekenburg. Bola memantul pada Cahill, dan masuk ke gawang.
Chelsea menambah gol lagi di menit 87. Kerjasama dua pemain pengganti, Cesc Fabregas dan Willian, yang membuahkan hasil itu. Umpan terobosan Fabregas bisa diselesaikan dengan manis oleh Willian ke gawang Everton.
Susunan Pemain:
Everton: Stekelenburg; Holgate, Jagielka, Williams, Baines; Gueye,Davies; E Valencia (Kone 72), Barkley, Calvert-Levin (Mirallas 72); Lukaku
Chelsea: Courtois; Azpilicueta, D Luiz (Ake 82), Cahill; Moses, Kanté, Matic, Alonso; Pedro (Fabregas 85), Diego Costa, Hazard (Willian 85)

MANCHESTER - Manchester United bermain imbang 1-1 dengan Everton pada partai lanjutan Premier League - kasta teratas Liga Inggris - di Stadion Old Trafford, Selasa (4/4/2017).
Hasil itu ditentukan oleh gol penalti Zlatan Ibrahimovic pada masa injury time. Sebelumnya, Everton sempat unggul berkat lesakan Phil Jagieka.
Dengan tambahan satu poin, Man United pun bertahan di posisi kelima dengan koleksi 54 angka dari 29 laga. Terbentang jarak tiga poin atas Arsenal dan Everton di bawahnya.
Sejak menit awal, pasukan Jose Mourinho mendominasi laga. Mereka membukukan penguasaan vola 61,5 persen dan melepaskan 18 tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran.
Sebaliknya, Everton terlihat inferior, tetapi efisien. Dari sebelas tendangan yang dilancarkan tim tamu, empat di antaranya mengarah ke gawang.
Salah satunya yakni gol Jagieka yang mengejutkan publik tuan rumah. Dia meneruskan bola pantulan Ashley Williams pada menit ke-22.
Buat sang kapten, lesakan ini menjadi kali kedua sepanjang kariernya di Premier League setelah yang perdana pada Mei 2015 atau 703 hari lalu.
Ketinggalan satu gol mendorong Man United untuk meningkatkan intensitas serangan. Namun, berbagai ancaman tidak membuahkan hasil.
Mourinho pun menerapkan sejumlah perubahan pada paruh kedua, termasuk mengganti Paul Pogba dan Ashley Young dengan Daley Blind dan Luke Shaw.
Pemilik nama terakhir menjadi sosok penentu dengan penetrasi di kotak penalti pada masa injury time. Williams terpaksa melakukan pelanggaran sehingga berbuah kartu merah dan penalti.
Maju sebagai eksekutor, Ibrahimovic melepaskan tembakan ke sisi kiri Joel Robles. Adapun sang penjaga gawang bergerak ke arah berlawanan.
Manchester United 1-1 Everton (Zlatan Ibrahimovic 90+4'- Phil Jagieka 22')
Susunan pemain
Manchester United: 1-David De Gea; 18-Ashley Young (23-Luke Shaw 65'), 3-Eric Bailly, 5-Marcos Rojo, 17-Daley Blind (6-Paul Pogba 46'); 16-Michael Carrick (22-Henrik Mkhitaryan 65'), 14-Jesse Lingard, 21-Ander Herrera, 27-Marouane Fellaini, 19-Marcus Rashford, 9-Zlatan Ibrahimovic
Pelatih: Jose Mourinho
Everton: 1-Joel Robles; 30-Mason Holgate, 6-Phil Jagieka, 5-Ashley Williams, 3-Leighton Baines; 17-Idrissa Gana Gueye, 26-Tom Davies, 18-Gareth Barry; 8-Ross Barkley (29-Dominic Calvert-Lewin 80'), 10-Romelu Lukaku, 11- Kevin Mirallas (38-Matthew Pennington 67')
Pelatih: Ronald Koeman

London - Manchester Unted akan menjamu Everton dalam lanjutan Liga Inggris di Old Trafford pada Rabu dinihari nanti. Berikut sejumlah fakta terkait laga ini:
1. Posisi kedua tim tak terpaut jauh. Dalam klasemen, MU berada di posisi kelima klasemen dengan nilai 53 dari 28 laga. Everton di urutan ketujuh dengan nilai 50 dari 30 laga.
2. Manchester United bisa menyambut kembali Ander Herrera dan Zlatan Ibrahimovic, yang sudah bebas dari hukuman. Kondisi Paul Pogba masih belum pulih benar. Sedangkan Juan Mata, Phil Jones, dan Chris Smalling masih cedera.
3. Di kubu Everton, Ronald Koeman akan kehilangan Morgan Schneiderlin, Aaron Lennon, James McCarthy, Ramiro Funes Mori, dan Seamus Coleman yang cedera.
4. Manchester United hanya kalah sekali dalam 23 pertemuan dengan Everton di Old Tarfford. Kekalahan itu terjadi pada Desember 2013. Adapun 18 laga lainnya berakhir dengan kemenangan dan 4 laga berujung seri.
5. Everton hanya mencetak 8 gol dalam lima dari 12 pertandingan terakhir di Old Trafford. Empat gol di antaranya tercipta saat meraih hasil 4-4 pada April 2012.
6. Manchester United sudah melewati 19 pertandingan Liga Inggris tanpa terkalahkan. Ini rentetan hasil terbaik sejak mampu menorehkan 29 laga tak terkalahkan pada April 2010 hingga Februari 2011.
7. Bagi Mourinho catatan tak terkalahkan bersama MU ini masih jauh dari catatan terbaiknya, yakni 40 kali tak terkalahkan saat memimpin Chelsea pada 2005.
8. United seri 8 kali di Old Trafford, untuk pertama kalinya sejak 1980-81. Mourinho pun menyebut timnya terlalu sering gagal menang di kandang.
9. Romelu Lukaku yang kini jadi top scorer hanya mencetak gol dalam satu dari 10 pertandingan Liga Inggris terakhir melawan Manchester United, yakni saat menyumbang hat-trick buat West Brom pada Mei 2013.
10. Ronald Koeman berusaha menjadi pelatih Liga Inggris pertama yang mampu meraih kemenangan ketiga secara beruntun di Old Trafford.