Real Madrid Juara Liga Champions!


Cardiff - Real Madrid tampil sebagai juara Liga Champions 2016/2017 setelah pada laga final mengalahkan Juventus dengan skor 4-1.

Pada pertandingan yang dihelat di Millenium Cardiff, Minggu (4/6/2017) dinihari WIB, Madrid unggul duluan pada menit ke-20 lewat gol Cristiano Ronaldo.

Juventus lantas menyamakan skor enam menit setelah lewat sepakan akrobatik Mario Mandzukic. Tak ada gol lagi tercipta di babak pertama sehingga skor berakhir 1-1.

Madrid tampil trengginas di babak kedua dan menambah tiga gol lewat Casemiro di menit ke-60, lalu gol kedua Ronaldo pada menit ke-64, dan ditutup gol Marco Asensio di menit ke-90.

Laga pun berakhir untuk kemenangan Madrid dengan skor 4-1 dan mereka pun berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions yang direbut musim lalu, sekaligus jadi tim pertama yang melakukannya.

Ini jadi gelar Liga/Piala Champions ke-12 sepanjang sejarah Madrid atau yang keenam di era Liga Champions.

Sementara Juventus lagi-lagi harus memendam impiannya meraih trofi Liga Champions ketiga mereka. Bagi klub asal Turin itu, ini adalah gelar runner-up kesembilan mereka dari 11 kali melaju ke final.

Akankah Juventus Bisa Jadi Tim Ke-9 Raih Treble Winner ?


Cardiff - Juventus akan berusaha mewujudkan treble saat melawan Real Madrid pada final Liga Champions di Cardiff, Wales, Ahad dinihari WIB, 4 Juni 2017. Sebelumnya Si Nyonya Tua sudah meraih gelar Liga Italia dan Coppa Italia.

Bila bisa mewujudkannya, Juventus akan jadi tim kesembilan yang bisa meraih treble. Berikut tim-tim pendahulunya:

• Celtic (1966/67) Celtic menjadi tim Inggris Raya pertama yang berhasil menjuarai trofi Eropa. Mereka melakukannya dengan mengalahkan Inter Milano. Saat itu, mereka melengkapi gelarnya dengan Liga Skotlandia dan Piala Skotlandia.

• Ajax (1971/72) Lima tahun kemudian, Inter Milan kembali jadi pecundang di final. Kali ini dikalahkan oleh tim Belanda, Ajax Amsterdam. Kala itu Ajax, yang diperkuat Johan Cruyff, tengah menjulang dengan 'Total Football'. Mereka juga meraih gelar juara liga dan piala Belanda. Ajax saat itu dianggap yang terhebat sepanjang masa.

• PSV Eindhoven (1987/88) Di bawah asuhan Guus Hiddink, PSV Eindhoven merebut gelar Liga Belanda (Eredivisie) dan Piala Belanda. Tapi, Piala Eropa mereka rebut dengan perjuangan lebih ketat, melalui perpanjangan waktu dan adu penalti atas Benfica.

• Manchester United (1998/99) Masa jaya Manchester United bersama Sir Alex Ferguson. Merebut gelar Liga Primer dan Piala FA, mereka akhirnya melengkapinya dengan gelar Liga Champions dengan mengalahkan Bayern Munchen.

• Barcelona (2008/09) Masa keemasan Barcelona bersama Josep Guardiola. Mereka mengalahkan Athletic Bilbao 4-1 di final Copa del Rey, menghancurkan Real Madrid 6-2 untuk mendapatkan gelar Liga Spanyol. Lionel Messi dan kawan-kawan lantas mengalahkan Manchester United 2-0 di final Liga Champions.

• Inter Milan (2009/10) Dua kali gagal di final, Inter Milan akhirnya bsia menebusnya bersama Jose Mourinho. Kali ini mereka membabat Bayern Munchen. Torehan itu lebih sempurna karena dilengkapi gelar Seri A dan Coppa Italia.

• Bayern Munchen (2012/13) Inilah musim luar biasa bagi sepak bola Jerman. Bayern Munchen dan Borussia Dortmund bersaing di tiga front, termasuk final Liga Champions. Bayern memenangi ketiga arena pertempuran itu.

• Barcelona (2014/15) Barcelona menjadi satu-satunya klub yang bisa mengulang treble. Seperti pada 2008/09, mereka mengalahkan Real Madrid di Liga Spanyol, mengalahkan Athletic Bilbao di Copa del Rey, dan kemudian menekuk Juventus di final Liga Champions. Ini jadi torehan manis Luis Enrique, yang baru mengundurkan diri di akhir musim ini.


Kira-kira Final Liga Champions ini , akankah Juventus merengkuh Treble winner seperti Tim Sebelumnya ??

jangan lewatkan serunya bermain bersama OLE777.

Wow! Ini Dia Kiper Berdarah Indonesia yang Bermain Di Juventus


Turin - Sempat tertinggal 0-1, Juventus mencetak dua gol melalui Paulo Dybala dan penyerang muda Moise Kean sekaligus memastikan kemenangan 2-1 atas Bologna di laga terakhir Liga Italia, Minggu, 28 Mei 2017. Setelah meraih dua piala domestik—Juara Liga Italia dan juara Coppa Italia- Juventus membidik juara Liga Champions.

"Indah untuk dicatat laga melawan Bologna menjadi debut (Moise) Kean dan kiper Emil Audero. Ada pemain bagus lainnya yang akan bermain tahun depan. Tim melakukannya dengan baik dan kami terbangun setelah tertinggal,” ujar pelatih Juventus Max Allegri.

Jika Kean baru diturunkan Allegri di menit ke-78 menggantikan Dybala, Audero bermain penuh selama 90 menit. Sayangnya di penampilan perdananya, gawang Audero kebobolan oleh eks pemain Inter Milan, Saphir Taider.

Allegri mempercayakan pemain kelahiran Mataram, Nusatenggara Barat, berusia 20 tahun menjaga mistar gawang Juventus di laga terakhir musim ini. Ada pun kiper utama Gianluigi Buffon diistirahatkan jelang final Liga Champions kontra Real Madrid di Cardiff Sabtu 3 Juni mendatang.

Audero telah menjadi penggemar Juventus sejak kanak-kanak. Pesepakbola berdarah Indonesia ini dipandang sebagai pemain masa depan Juventus karena mentalitasnya sebagai seorang veteran. Menjadi bagian dari tim yunior Juventus sejak 2008, Audero memiliki perawakan fisik yang mengesankan (tinggi badan 190 cm), memiliki refleks yang menakjubkan, dan mendistribusikan bola dengan baik.

Pengidola Buffon ini sangat disenangi rekan setim sehingga memudahkannya menjadi pemimpin di lini belakang. Juventus membutuhkan penerus untuk kiper legendaris Buffon seperti halnya Gianluigi Donnaruma pewaris Sebastiano Rossi di AC Milan. Dan Allegri pun menawarkan Audero sebuah kesempatan.

Juara Coppa Italia, Juventus Ukir Sejarah Baru


Roma - Juventus berhasil menjadi juara Coppa Italia 2016/2017. I Bianconeri menang 2-0 atas Lazio di partai puncak yang digelar di Stadion Olimpico, Kamis (18/5/2017) dinihari WIB.

La Vecchia Signora cuma butuh 12 menit saja untuk membuka keunggulan. Dani Alves menjebol gawang Lazio usai meneruskan umpan tarik dari kompatriotnya asal Brasil Alex Sandro.

Selang 12 menit kemudian, Juventus menggandakan skor. Bek Leonardo Bonucci merobek jala Lazio setelah meneruskan bola yang dibelokkan oleh Sandro. Di babak kedua Lazio tak bisa mengejar ketertinggalan walau memiliki beberapa peluang.

Keberhasilan ini membuat Juventus mengukir sejarah baru. Klub milik keluarga Agnelli ini merupakan tim pertama yang mampu memenangi Coppa Italia tiga kali berturut-turut.

Pelatih Massimiliano Allegri juga masuk buku sejarah. Allegri menjadi pelatih yang paling banyak mempersembahkan trofi Coppa Italia kepada Juventus. Eks arsitek Cagliari itu melewati perolehan Giovanni Trapattoni dengan dua gelar.

Allegri juga sukses mempertajam rekor pertemuannya dengan Lazio. Juventus selalu menang dalam 10 pertandingan melawan Lazio bersama Allegri. Juve mencetak 20 gol ke gawang Lazio dan cuma kebobolan sekali selama ditangani Allegri.

Secara keseluruhan Juventus sudah 12 kali juara Coppa Italia. Mereka merupakan pengumpul trofi Coppa Italia terbanyak sepanjang sejarah.

Zidane: Ada Juventus di Hati


Real Madrid akan bertemu Juventus di final Liga Champions. Laga nanti akan menjadi pertemanan istimewa bagi pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, yang pernah berseragam Juventus pada 1996 sampai 2001 sebelum pindah ke Madrid.

Zidane mengakui bahwa Juventus merupakan klub spesial dalam kariernya. "Saya menjadi seorang pria dan pemain yang lebih baik saat di Juventus. Itu klub hebat. Menghadapi Juventus di final akan menjadi istimewa karena masih ada Juventus di hati saya," kata Zidane dilansir dari Football Italia, Kamis, 11 Mei 2017.

Real Madrid akan melawan Juventus dalam final Liga Champions pada 4 Juni 2017 di Cardiff, setelah Los Blancos menyingkirkan Atletico Madrid, sementara Juventus mendepak AS Monaco.
"Ini akan menjadi final yang bagus. Kami memiliki jalan yang sama dan kedua tim pantas berada di sana. Sekarang ada waktu untuk mempersiapkannya, tapi pada hari Minggu kami juga memiliki pertandingan penting Liga (La Liga Spanyol)," ujar Zidane. "Saya punya tim yang terdiri atas para pemain hebat dan semua pencapaian kami berkat usaha mereka. Kami gembira kembali ke final."
Zidane menilai Real Madrid tidak diunggulkan saat melawan Juventus, yang memiliki barisan pertahanan solid. "Real Madrid sama sekali bukan tim favorit. Sangat sulit untuk mencetak gol melawan tim seperti Juve," ucap Zidane. "Kekuatan klub itu tidak hanya dalam bertahan. Mereka memiliki pemain hebat saat menyerang."

Real Madrid bertekad menjadi tim pertama yang bisa mempertahankan gelar Liga Champions karena belum ada tim yang bisa mempertahankan gelar tersebut dalam format UEFA Champions League. Adapun tim terakhir yang bisa mempertahankan gelar adalah AC Milan pada 1989 dan 1990 dengan format European Cup.

Juventus Punya Kans Bagus untuk Juarai Liga Champions


TURIN - Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, berharap timnya mengakhiri musim 2016-2017 dengan meraih gelar juara Liga Champions.

"Semoga ini adalah tahun yang tepat untuk jadi juara," kata Allegri kepada Football Italia selepas laga kontra AS Monaco, Selasa (9/5/2017) atau Rabu dini hari WIB.

Si Nyonya Besar semakin dekat ke trofi Si Kuping Besar. Tim asuhan Allegri lolos ke partai puncak setelah membungkam AS Monaco 2-1 pada semifinal leg kedua di Juventus Stadium.

Kemenangan Juventus terjadi berkat sumbangan gol Mario Mandzukic pada menit ke-33 dan Dani Alves (45'). Monaco cuma sanggup membalas sekali via Kylian Mbappe (69').

Juventus pun melenggang dengan mengantongi agregat 4-1. Kini, mereka tinggal menunggu lawan di final.

Satu slot terakhir di final akan diperebutkan oleh Real Madrid dan Atletico Madrid. Duel dua wakil Spanyol itu bakal berlangsung pada Rabu (10/5/2017).

"Saya pikir Juventus memiliki peluang yang sangat bagus untuk memenangi Liga Champions," ucap sang pelatih.

Selama terlibat dalam kompetisi tertinggi antarklub Eropa, Juventus tercatat sudah dua kali bersua klub Spanyol di final. Semua berujung kekalahan buat La Vecchia Signora.

Juventus tumbang 0-1 dari Madrid pada laga puncak 1997–1998. Selang 17 musim kemudian, tepatnya 2014–2015, mereka kembali gagal juara akibat dikalahkan FC Barcelona 1-3.

Rekor Dipatahkan Monaco, Juventus Kurang Fokus


Ada penyesalan yang terselip di tengah keberhasilan lolosnya Juventus ke babak final Liga Champions musim ini. Klub itu gagal menjaga rekor tak kebobolan dalam enam laga terakhirnya saat menjalani laga kedua semifinal melawan AS Monaco, Rabu dinihari, 10 Mei 2017.

Bek Juventus, Leonardo Bonucci, menilai gol yang diciptakan penyerang Kylian Mbappe itu tercipta karena timnya sempat kehilangan fokus. Karena itu, menurut dia, para pemain Juventus harus mengambil pelajaran dari hal itu. Sebab, jika kehilangan fokus pada laga final, impian Juve untuk meraih gelar juara bisa saja musnah.

"Sangat memalukan dengan gol yang kami terima hari ini. Kami kehilangan fokus. Kami sempat tak kebobolan dalam beberapa laga. Kami harus terus berkembang dan belajar dari hal itu," ujarnya. "Di Liga Champions, kami tak boleh kehilangan fokus. Jika tidak, Anda akan mendapat hukuman."

Juventus memenangi laga itu dengan skor 2-1 dan lolos ke babak final dengan akumulasi 4-1. Tim itu akan menantang pemenang partai Atletico Madrid kontra Real Madrid pada Kamis dinihari nanti. Untuk sementara, Real Madrid unggul 3-0 hasil laga pertama.

Bonucci tak mempermasalahkan siapa pun lawan yang akan dihadapi timnya di final. Menurut dia, Juventus saat ini jauh lebih siap menghadapi laga final ketimbang dua tahun lalu saat dibungkam Barcelona.

"Kami telah berkembang jauh dari dua tahun lalu, dan Juventus bukan tim kejutan lagi. Kami yakin bisa menang di laga final Liga Champions di Cardiff. Tim ini jauh lebih matang ketimbang tim yang bermain di Berlin. Kami kuat di belakang dan hampir selalu bisa mencetak gol," ujarnya.

Kata Dani Alves Setelah Loloskan Juventus ke Final Liga Champions


Dani Alves menjadi pahlawan yang meloloskan Juventus ke final Liga Champions 2017. Ia menyumbang gol dan assist untuk mengantar timnya mengalahkan Monaco 2-1 di Juventus Stadium, Rabu dinihari WIB.

Alves juga memberi dua assist pada laga semifinal sebelumnya. Karena itu, bek asal Brasil itu sangat berperan mengantar Juventus melaju ke partai puncak dengan kemenangan agregat 4-1.

"Yang terpenting adalah membantu tim bisa menang, baik dengan mencetak gol maupun memberikan assist," kata Alves setelah pertandingan. "Saya tidak mencetak gol terlalu sering, jadi saya bahagia. Tapi saya sendiri lebih memilih memberi assist ketimbang mencetak gol, jadi semua orang pulang dengan bahagia."

Setelah mencetak gol kedua Juventus di laga itu, Alves tampak melakukan selebrasi dengan menunjukkan simbol hati dengan jarinya. "Simbol hati itu untuk pacar saya. Dia selalu hadir," kata dia. "Pada saat istimewa ini, saya suka mengingat orang-orang istimewa dalam hidup saya dan terima kasih setiap orang yang bersama saya setiap hari. Momen ini untuk mereka."

Alves senang Juventus bisa lolos ke final. "Ini adalah kesempatan yang diberikan kehidupan kepada saya, rekan setim, dan tim," kata mantan pemain Barcelona itu. "Ini adalah saat menyenangkan. Kami sudah bekerja sangat keras untuk sampai ke sini, tapi belum mencapai apapun. Jika bisa memenangkan Final, maka kami semua akan bahagia. "

Dani Alves dan kawan-kawan kemungkinan akan menghadapi Real Madrid di final Liga Champions. Saat ini Madrid sudah unggul 3-0 atas Atletico Madrid dan kedua tim akan kembali berlaga dinihari nanti.

Kalahkan As Monaco, Juventus Mantap Melangkah ke Final


Turin - Juventus meneruskan langkahnya ke final Liga Champions dengan mantap. Bianconeri melaju ke partai puncak setelah mengalahkan AS Monaco 2-1 di leg kedua semifinal.

Dengan demikian, Juventus lolos berkat keunggulan agregat 4-1 atas Monaco setelah sebelumnya menang 2-0 di leg pertama pada pekan lalu.

Juventus tampil dengan kekuatan penuh pada laga leg kedua semifinal di Juventus Stadium, Rabu (10/5/2017) dinihari WIB. Sami Khedira yang absen di leg pertama karena akumulasi kartu kembali tampil sebagai starter di lini tengah. Sementara itu, Monaco tetap mengandalkan duet Kylian Mbappe-Radamel Falcao di lini depan.

Meski Monaco lebih banyak menguasai bola di babak pertama, Juventus punya lebih banyak peluang. Tim tuan rumah unggul 2-0 hingga turun minum berkat gol Mario Mandzukic pada menit ke-33 dan Dani Alves pada menit ke-44. Juve sebenarnya bisa saja unggul lebih banyak, tapi kiper Monaco Danijel Subasic tampil sangat baik di bawah mistar.

Pada paruh kedua, Monaco belum menyerah dan berusaha mengejar defisit gol. Akan tetapi, mereka cuma bisa menjebol gawang Juve sekali melalui Mbappe pada menit ke-69.

Dengan hasil ini, Juve akan tampil pada laga final yang dilangsungkan di Millennium Stadium, Cardiff, Wales, pada 3 Juni mendatang. Lawan mereka selanjutnya adalah Real Madrid atau Atletico Madrid.

Jalannya Pertandingan
Setelah kalah 0-2 di leg pertama, Monaco lebih dulu mengambil inisiatif serangan. Falcao menjajal peruntungannya pada menit ketujuh, namun tembakannya dari luar kotak penalti melambung.

Sementara itu, Juventus justru mendapatkan masalah. Khedira mengalami cedera hamstring dan harus digantikan oleh Claudio Marchisio ketika laga belum genap berjalan sepuluh menit.

Dalam 20 menit pertama, pertandingan berjalan dalam tempo lambat dan belum ada peluang-peluang berbahaya yang tercipta. Monaco lebih banyak menguasai bola, tapi Juventus bertahan dengan sangat solid.

Gonzalo Higuain menyia-nyiakan sebuah kesempatan emas pada menit ke-23. Dia langsung berhadapan dengan kiper Monaco, Danijel Subasic, tapi penyelesaiannya mengecewakan. Tembakan chip-nya tak mengarah ke sasaran.

Berselang dua menit, giliran Mandzukic yang mengancam gawang Monaco. Penyerang asal Kroasia itu juga langsung berhadapan dengan Subasic, tapi sontekannya dimentahkan.

Seisi stadion bergemuruh setelah Mandzukic benar-benar menjebol gawang Monaco pada menit ke-33. Dalam sebuah serangan balik cepat yang diawali akselerasi Alex Sandro di sisi kiri, Mandzukic memaksimalkan umpan silang dari Dani Alves. Tandukannya memang digagalkan oleh Subasic, tapi dia menyambar bola muntah untuk membawa Juve unggul 1-0.

Tak berselang lama, Higuain menggetarkan gawang Monaco. Namun, gol ini dianulir oleh wasit karena Higuain berada dalam posisi offside ketika menerima umpan terobosan dari Alves.

Memasuki menit ke-38, Higuain kembali mendapatkan kesempatan. Tembakan kerasnya mengarah ke gawang Monaco, tapi Subasic berada di posisi yang tepat untuk mengantisipasinya.

Sebuah kesalahan di lini pertahanan Monaco menghasilkan peluang emas untuk Paulo Dybala. Tapi, penyelesaian Dybala dihalau oleh Subasic. Sepak pojok untuk Juve.

Diawali sepak pojok itulah, Juventus memperbesar keunggulannya menjadi 2-0 pada menit ke-44. Subasic keluar dari sarangnya untuk meninju bola sepak pojok, tapi dia tak bisa berbuat banyak untuk menghentikan tembakan voli jarak jauh yang dilepaskan oleh Alves.


Tak berselang lama setelah gol Alves tersebut, babak pertama berakhir.

Pada awal babak kedua, Juventus yang sudah unggul agregat 4-0 bermain makin lepas dan banyak melancarkan serangan. Sebaliknya, Monaco tetap tak mampu menembus rapatnya pertahanan tim tuan rumah.

Mbappe punya peluang emas untuk menipiskan ketertinggalan Monaco pada menit ke-68. Berhadapan langsung dengan Gianluigi Buffon, tembakannya dimentahkan oleh kiper veteran Juventus itu.

Pada menit berikutnya, Mbappe memaksimalkan celah di lini belakang Juve. Sontekan jarak dekatnya meneruskan umpan Joao Moutinho merobek gawang Buffon. Monaco pun kini tertinggal 1-2.

Monaco kemudian memasukkan Valere Germain untuk menambah daya gedor dengan sisa waktu yang terus menipis. Namun, hal itu tak memberi banyak perbedaan karena Juventus bertahan dengan sangat rapat.

Hingga laga berakhir, tak ada gol tambahan yang tercipta. Juve menang 2-1 dan melangkah mantap ke final.

Susunan Pemain

Juventus:
Buffon; Barzagli (Benatia 85'), Bonucci, Chiellini; Dani Alves, Pjanic, Khedira (Marchisio 10'), Alex Sandro; Dybala (Cuadrado 55'), Mandzukic; Higuain

Monaco: Subasic; Raggi, Jemerson, Glik, Mendy (Fabinho 55'); Bakayoko (Germain 79'), Moutinho, Sidibe, Bernardo Silva (Lemar 70'); Mbappe, Falcao

Prediksi Bola Liga Champions Juventus vs As Monaco 10 Mei 2017



Satu Tiket Final Liga Champions akan diperebutkan Juventus dan Monaco pada partai semifinal leg kedua malam ini.

Informasi yang dikumpulkan OLE777Indo sebagai Portal Berita Bola dan Olahraga Terkini bahwa Juventus akan tuntaskan laga semifinal melawan AS Monaco di Juventus Stadium, Rabu (10/5).

Unggul agregat pada leg pertama melawan Monaco 2-0, Juventus sangat diunggulkan untuk meraih tiket menuju final dan anggap saja Juventus telah menginjakan kakinya di final Liga Champions. Gonzalo Higuain yang sebagai pahlawan kemenangan Juventus di leg pertama melawan AS Monaco berhasil memborong 2 gol.

AS Monaco sendiri bakal menjalani tugas yang berat untuk mengembalikan agregat dan melangkah ke Cardiff pada akhir musim. Pelatih Jardim masih kehilangan Boschillia dan Almamy Toure yang sedang mengalami perawatan karena cedera. AS Monaco tetap mengandalkan duet striker Mbappe dan Falcao untuk mendobrak pertahanan Juventus.

Berikut OLE777sports tampilkan statistik kedua pemain:

Head to head
04 Mei 2017
AS Monaco
0-2
Juventus
23 April 2015
AS Monaco
0-0
Juventus
15 April 2015
Juventus
1-0
AS Monaco
07 Januari 2009
Juventus
1-1
AS Monaco

Lima pertandingan terakhir Juventus
20 April 2017
Barcelona
0-0
Juventus
24 April 2017
Juventus
4-0
Genoa
29 April 2017
Atalanta
2-2
Juventus
04 Mei 2017
AS Monaco
0-2
Juventus
07 Mei 2017
Juventus
1-1
Torino

Lima pertandingan terakhir AS Monaco
24 April 2017
Olympique Lyon
1-2
AS Monaco
27 April 2017
PSG
5-0
AS Monaco
29 April 2017
AS Monaco
3-1
Tpulouse
04 Mei 2017
AS Monaco
0-2
Juventus
07 Mei 2017
Nancy Lorraine
0-3
AS Monaco

Dari hasil statistik diatas secara terlihat Juventus memiliki performa lebih baik walaupun di lima pertandingan terlihat hasil seri pada laga terakhir. AS Monaco sendiri memperlihatkan performa terbaiknya di laga terakhir dengan kemenangan 3-0 atas Nancy Lorraine.

Akankah AS Monaco mampu menembus pertahankan kokoh Juventus yang dikawal oleh Gianluigi Buffon dan setidaknya menyamakan agregat dengan menahan imbang.

Prediksi bola hari ini OLE777indo lebih mengunggulkan kemenangan pada Juventus atas AS Monaco dengan skor akhir 3-2.

Prediksi Line Up

Juventus: Buffon, Chiellini, Bonucci, Alves, Sandro, Khedira, Pjanic, Mandzukic, Cuadrado, Dybala, Higuain.


AS Monaco: Subasic, Glik, Jemerson, Sidibe, Dirar, Bakayoko, Fabinho, Lemar, Silva, Mbappe, Falcao.

Gonzalo Higuain Buka Asa Juventus ke Final Liga Champions


Monaco - Juventus meraih kemenangan 2-0 atas tuan rumah AS Monaco pada leg pertama semifinal Liga Champions 2016/2017.

Laga tersebut berlangsung di Stade Louis II, Kamis (4/5/2017).

Pasukan Max Allegri tampil militan dalam laga ini dengan menerapkan pola menekan.

AS Monaco sebenarnya mampu mengancam pertahanan dari Juventud di awal-awal laga berjalan.

Tercatat ada dua peluang emas yang berhasil dibuat oleh Fabinho dkk ke gawang Gianluigi Buffon.

Dua peluang itu berasal dari dua penyerang andalan Monaco, Radamel Falcao dan Kylian Mbappe.

Monaco - Dalam upaya mencetak gol justru I Bianconeri yang membuka keunggulan lebih dulu menit ke-29.

Kerja sama apik Dani Alves dan Paulo Dybala mampu diselesaikan dengan baik oleh Gonzalo Higuain di menit ke-29.

Gol penggawa asal Argentina itu menutup paruh pertama.

Memasuki paruh kedua, AS Monaco langsung menebar ancaman lewat aksi striker Radamel Falcao.

Umpan dari Bernardo Silva hampir menciptakan gol balasan, beruntung Buffon sanggup menjinakkan si kulit bundar.

Juventus pun akhir dapat menggandakan kedudukan menit ke-59.

Adalah Higuain yang kembali mencatatkan namanya di papan skor menyambut umpan silang Dani Alves dari sisi kanan.

Tidak ada gol lagi yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

Juventus membuka asa melangkah ke babak pamungkas dengan keunggulan agregat ini.

Prediksi Bola Hari Ini AS Monaco vs Juventus 04 Mei 2017


Juventus akan tandang ke markas AS Monaco di leg pertama semifinal Liga Champions 2016/2017 di Stade Louis II, Kamis (04/5). Perebutan tiket menuju final akan menjadi tujuan utama kedua tim untuk menampilkan performa terbaik.

Ketangguhan Gianluigi Buffon dibawah mistar gawang Juventus akan menjadi tantangan besar bagi AS Monaco. Juventus belum pernah kebobolan lewat open play karena dua gol ke gawang Buffon tercipta lewat situasi bola mati.

AS Monaco sendiri selalu bisa mencetak tiga gol dalam setiap pertandingan yang dilakoni. Gawang Manchester City dan Bayer Leverkusen selalu kemasukan tiga gol ketika menghadapi Kylian Mbappe dkk. Radamel Falcao dan Kylian Mbappe masing-masing telah mencetak lima gol untuk Monaco di Liga Champions musim ini. Dua nama itu jelas bakal jadi andalan utama di lini depan AS Monaco.

Berikut OLE777Indo tampilkan statistik kedua tim:

Head to head :
22 April 2015
AS Monaco
0-0
Juventus
14 April 2015
Juventus
1-0
AS Monaco
15 April 1998
AS Monaco
3-2
Juventus
01 April 1998
Juventus
4-1
AS Monaco

Lima pertandingan terakhir AS Monaco
16 April 2017
AS Monaco
2-1
Dijon
20 April 2017
AS Monaco
3-1
Dortmund
24 April 2017
Lyon
1-2
AS Monaco
27 April 2017
PSG
5-0
AS Monaco
29 April 2017
AS Monaco
3-1
Toulouse

Lima pertandingan terakhir Juventus
12 April 2017
Juventus
3-0
Barcelona
15 April 2017
Pescara
0-2
Juventus
20 April 2017
Barcelona
0-0
Juventus
24 April 2017
Juventus
4-0
Genoa
29 April 2017
Atalanta
2-2
Juventus

Dari hasil statistik diatas dapat dikatakan secara H2H Juventus lebih unggul dibandingkan AS Monaco, tetapi melihat AS Monaco saat ini memiliki hasil dan performa terbaiknya akan menjadi ancaman serius bagi Juventus. Bagi Juventus ini merupakan tantangan yang sama beratnya dengan Barcelona.

Prediksi bola hari ini OLE777Indo sendiri cukup sulit, tetapi melihat sejarah panjang, dipastikan Juventus akan memenangkan pertarungan ini dengan hasil skor 1-3 atas AS Monaco.

Prediksi Line Up

Monaco (4-4-2): Subasic; Mendy, Glik, Jemerson, Dirar; Lemar, Bakayoko, Moutinho, Silva; Falcao, Mbappe.


Juventus (4-2-3-1): Buffon; Sandro, Chiellini, Bonucci, Alves; Marchisio, Pjanic; Mandzukic, Dybala, Cuadrado; Higuain.

Barcelona Disingkirkan Juventus, Enrique Ungkap Kekurangan Timnya


Barcelona gagal lolos ke semifinal Liga Champions setelah ditahan Juventus 0-0 di Camp Nou, Kamis dinihari. Barca terhenti karena kalah agregat 0-3.

Pelatih Barcelona, Luis Enrique, gagal membawa timnya menorehkan keajaiban seperti di babak sebelumnya. Kala itu mereka kalah 4-0 di laga pertama melawan Paris Saint-Germain, tapi tetap lolos setelah menang 6-1 di Camp Nou.

Kali ini, dalam laga di kandang sendiri, Barcelona dihadapkan pada pertahanan kokoh Juventus. Serangan bergelombang Barca pun seperti membentur tembok. Meski melakukan 15 percobaan, hanya satu dari tembakan Barca yang terarah ke gawang lawan, lewat aksi Lionel Messi.

Enrique mengakui timnya tampil kurang tajam di laga itu. "Ini adalah sepak bola. Kami ingin bermain cepat dengan banyak melakukan tembakan ke gawang lawan, tapi malam ini kami kurang ketajaman di sepertiga terakhir lapangan," kata dia.

Pelatih yang sudah memastikan diri akan mundur di akhir musim ini menyelamati Juvetnus. "Ini pertandingan yang bagus antara dua tim hebat. Saya mengucapkan selamat buat Juventus," kata dia.

Enrique sempat ditanya apakah Juventus bisa lolos ke final. "Mereka memiliki Pelatih hebat, pemain hebat, dan memiliki semua yang dibutuhkan untuk memenangi Liga Champions," jawab dia. "Tapi, di sisi lain, ada tim yang juga punya posisi sama."

Juventus lolos ke semifinal bersama Real Madrid, Atletico Madrid, dan AS Monaco. Mereka akan menantikan undian yang akan dilakukan pada Jumat, 21 April 2017, petang.

Prediksi Bola Liga Champions Barcelona vs Juventus 20 April 2017


Prediksi Bola OLE777indo sebagai Portal Berita Bola dan Olahraga Terkini bahwa lanjutan leg kedua laga Quarter Final Liga Champions akan menampilkan pertarungan sengit antara Barcelona melawan Juventus di Camp Nou, Kamis (20/04).

Kekalahan telak 3-0 atas Juventus di leg pertama di Turin pekan lalu membuat Barcelona mengemban tugas berat untuk dapat lolos ke babak Semi Final Liga Champions musim ini dengan harus mencetak 4 gol atau lebih dan memastikan Juventus tidak membobol gawang Barcelona.

Barcelona memiliki sejarah comeback yang baik saat menghadapi PSG yang pada awalnya mengalami kekalahan telak 4-0 atas PSG di leg pertama, kemudian pada leg kedua Barcelona tampil gemilang dengan mengalahkan PSG 6-1 dengan agregat 6-5. Oleh sebab itu Juventus harus mewaspadai adanya kemungkinan comeback di laga nanti.

Juventus sendiri memiliki kenangan manis saat berlaga di Camp Nou. Juventus pernah menyingkirkan Barcelona di Liga Champions musim 2002-2003 dengan mengalah Barcelona 1-2 saat berlangsung di Camp Nou.

Berikut OLE777indo tampilkan statistik kedua pemain:

Head to head :
12 April 2017
Juventus
3-0
Barcelona
07 Juni 2015
Juventus
1-3
Barcelona
22 April 2003
Barcelona
1-2
Juventus
09 April 2003
Juventus
1-1
Barcelona

Lima pertandingan terakhir Barcelona
03 April 2017
Granada
1-4
Barcelona
06 April 2017
Barcelona
3-0
Sevilla
09 April 2017
Malaga
2-0
Barcelona
12 April 2017
Juventus
3-0
Barcelona
16 April 2017
Barcelona
3-2
Real Sociedad

Lima pertandingan terakhir Juventus
03 April 2017
Napoli
1-1
Juventus
06 April 2017
Napoli
3-2
Juventus
09 April 2017
Juventus
2-0
Chievo
12 April 2017
Juventus
3-0
Barcelona
15 April 2017
Pescara
0-2
Juventus

Menghadapi Juventus, Barcelona sedang mengalami masalah yang dialami skuad mereka. Luis Enrique memastikan tidak akan menurunkan Aleix Vidal, Rafinha, Arda Turan dan Javier Mascherano yang tengah cedera. Tetapi berita baiknya adalah, Sergio Busquets dapat kembali bermain setelah usai menjalani hukuman akumulasi kartu kuning. 

Hasil statistik diatas terlihat Juventus tampil lebih baik baik secara head to head maupun di lima pertandingan terakhir. Pertemuan kedua tim sangat dinantikan dan menjadi perhatian pecinta sepakbola karna selalu menghadirkan banyak gol.

Prediksi Bola OLE777indo sendiri lebih memilih hasil kemenangan tamu Juventus dengan hasil skor 2-1. Kemenangan agregat Juventus 5-1.

Prediksi Line Up

Barcelona: Ter Stegen; Mathieu, Pique, Umtiti; Rakitic, Busquets, Iniesta, Roberto; Neymar, Suarez, Messi.


Juventus: Buffon; Sandro, Chiellini, Bonucci, Alves; Khedira, Pjanic; Mandzukic, Dybala, Cuadrado; Higuain.